Label

Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2020

New Normal - Tata Dunia Baru


Di tengah kegabutan WFH dan segala rangkaiannya dan kepuyengan membaca paper untuk keperluan penelitian sampai akhirnya bolak balik membuka medsos yang sebenarnya di tutup beberapa detik yang lalu… hemh kegabutan ini membuat kita menjadi semakin pikun. 😊 Walaupun sebenarnya jauh dilubuk hati terdalam gabut bukan lah alasan, karena telah berderet file paper yang menunggu antrian untuk dibaca, setumpuk list to do yang hanya mendapat kerlingan mata, file word yang masih putih dan hanya tertulis satu kata “latar belakang” yang setiap kali ditatap akan mengundang jari untuk mengklik ikon bola merah kuning hijau yang akhirnya kembali terdampar di aplikasi berwarna biru….(hahh)

Satu hal yang menyebabkan blog ini kembali di isi sejak sekian lama diabaikan yaitu adanya pembahasan yang cukup menggelitik nalar dan mengingatkan saya tentang buku yang pernah saya baca bertahun tahun yang lalu… banyak hal yang menjadi isu bahkan sebagian besar pengguna medsos turut membicarakan tentang masalah covid 19 tapi saya termasuk orang yang sangat menghindari menulis opini tentang pandemi ini selain karena memang topik ini bukan bidang saya juga karena saya menganggap hal yang paling baik untuk masalah ini adalah dengarkan apa kata ahli, pemerintah dan para ulama. Isu yang menggelitik tadi yang menyebabkan saya beberapa kali menulis di kolom “apa yang anda pikirkan sekarang” kemudian kembali menghapusnya adalah tentang istilah “new normal”…

Kamis, 17 September 2015

Kisah Kucing Ritual



Pernah dengar kisah kucing ritual?
Kisah ini kami dapatkan dalam salah satu kegiatan yang disampaikan oleh salah seorang pemateri..
Lebih kurangnya kisahnya seperti
Ada seorang guru bersama dengan murid-muridnya di sebuah pendopo (sejenisnya ^ ^ ). Mereka memiliki seekor kucing. Suatu hari mereka melakukan ibadah dan kucing ini mengganggu ibadah mereka dengan lalu lalang diantara mereka, hingga akhirnya sang guru meminta salah seorang muridnya untuk menangkap kucing tersebut dan mengikatnya setiap kali mereka akan melakukan ibadah agar kucing tersebut tidak mengganggu mereka.
Akhirnya aktivitas ini menjadi rutinitas, setiap kali mereka akan beribadah, salah seorang diantara mereka akan menangkap kucing tersebut dan mengikatnya meskipun tanpa perintah dari sang guru.  Hal ini pun berlanjut hingga sang guru meninggal dunia.
Tapi ada yang telah berubah, aktivitas ini telah berubah menjadi ritual sepeninggal sang guru, setelah kucing ini pun meninggal, murid-murid ini mencari kucing yang lain dan senantiasa menangkap dan mengikatnya setiap kali mereka melakukan ibadah, Hingga akhirnya ritual menangkap dan mengikat kucing menjadi bagian dari ibadah mereka…
Kawan-kawan… jangan sampai shalat kita, puasa kita dan ibadah kita dengan ritual-ritualnya sama dengan kisah kucing ritual tadi… Hal yang pada dasarnya bukan lah sesuatu yang menjadi bagian dari suatu ibadah tapi karena sudah menjadi rutinitas akhirnya seolah menjadi bagian dari ibadah tersebut, parahnya hal ini bisa menyebabkan pelakunya terjatuh pada hal-hal bid’ah dan mengaburkan orisinalitas dari ibadah itu sendiri…
Wallahu Ta’ala A’lam

Rabu, 16 September 2015

Semoga Kau Memahami

"Suatu Kaum di adzab bukan karena banyaknya orang jahat dan dzalim, tapi karena diamnya orang-orang shaleh diantara mereka"

Teguran bukanlah karena benci atau dengki, tapi ia adalah salah satu wujud peduli. Kekhawatiran agar kau tak terjatuh dalam pebuatan dzalim pada orang lain pun pada dirimu sendiri.
Semoga kau memahami...
Namun jangan pula kau anggap ia angin lalu, terpaan sesaat yang tak meninggalkan bekas, hanya terasa ketika ia menyapu, setelahnya... pun terlupakan.
Tapi patri ia dalam hati, hingga meski diri tak lagi bersua iakan tetap menjadi pengingat...
Semoga kau memahami...
Walau tak terucap lewat lisan, tapi sungguh salah satu dari sekian do'a yang dipanjatkan, semoga kita senantiasa mendapat petunjuk dan kebaikan dari Nya
Semoga kau memahami...

Kawan...
Ada kalanya diri ini lalai...
Sering kali pula diri ini lupa...
Terima kasih untuk senantiasa saling mengingatkan
Walau kadang pedisnya seperti makan nasi padang ^ ^
Uhibbukunna fillah

Jumat, 21 Februari 2014

Permudah Jangan Dipersulit

Karena sesuatu dan lain hal, saya jadi ingat kejadian beberapa tahun lalu, tepatnya tanggal 10 bulan 10 tahun 2011. Mungkin ada yang nyeletuk "tumben putri ingat tanggal :)", bagaimana tidak saya ingat, kalau tanggal itu adalah tepat sehari sebelum ujian tutup saya akan dilaksanakan...

Oke, kisahnya bermula pada saat pengurusan undangan ujian hingga bagi-bagi berkas....

Biasanya undangan dan berkas dibagi paling lambat 3 hari sebelum hari H, tapi Qadarullah undangannya baru ada ditangan 1 hari sebelumnya... kesibukan tingkat tinggi pun melanda koridor fakultas teknik (lebay... :p), Alhamdulillah semua undangan dan berkas bisa terbagi, karena penguji dan pembimbing sedang "beredar" di kampus, KECUALI SATU BERKAS DAN SATU UNDANGAN...

Setelah cek jadwal dosen sana sini, dan memeriksa setiap ruangan, tapi hasilnya nihil,... dosen yang saya cari tidak berada di tempat, HUAHH ... Akhirnya berbekal do'a dan kenekatan :) HP pun bereaksi yang biasanya 'tabu' bagi sebagian mahasiswa... termasuk SAYA..

Inilah sebab musabab hal yang untuk pertama kalinya terjadi dalam kehidupan saya (hehehe) dan mungkin sebagian dari pembaca pun terjadi... seorang dosen bergelar PhD rela menunggu seorang mahasiswa yang telat memberikan undangan ujian tutup dan berkas di parkiran fakultas (feeling wonderful :) :) ) ditambah lagi saat sang mahasiswa bersiap untuk mendapat ceramah panjang kali lebar, sang Doktor ternyata malah bilang "Semoga Sukses Ujiannya besok ya".. Bagai tersiram air dingin di tengah panas terik... LEGAAAAAA... Terima kasih Pak...

Semoga Urusan bapak di dunia dan di akhirat dimudahkan, karena telah memudahkan urusan seseorang di dunia...

Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda:
“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

 So, bagi yang menjadi pemegang urusan hajat hidup orang banyak, MARI PERMUDAH, JANGAN DIPERSULIT